Arsip Karya Digital
Pameran Cerpen
Elegi Krisan yang Terhempas
Catatan Kurator
(Ujian Hidup dan Kebahagiaan)
Karya : Maulida Abdillah Alfaruqy ( 9 Bil )
“Terkadang aku merasa putus asa dengan hidup yang kujalani. Aku ingin segera berakhir hingga waktu tak membawaku pada titik ini, saat kebingungan menerpa diiringi duka” gumam seorang gadis remaja yang tengah duduk di bawah lebatnya pohon jambu.
“Aku boleh saja murka dengan keadaan. Tak ada sedikitpun celah untuk bernafas lega selama aku hidup 15 tahun lamanya. Tak ada senyum yang menyapaku di pintu kelas maupun gerbang istanaku sendiri. Hanya ada sunyi yang menyeruak” batin gadis tadi seraya melempar kerikil kecil yang ada di sebelahnya.
Kesunyian terkadang menimbulkan dendam. Ramai yang terkenang lambat laun menjelma menjadi iblis yang besemayam di kanan dan kiri bahu. Oleh karena itulah, kita bisa merasakan beban berat dalam kehidupan ini.
“Krisan, minggu depan aku akan pergi ke Paris! Kau minta oleh-oleh apa? Tulislah di sini!” kata seseorang dengan nafas yang terengah-engah.
‘A
Karya : Maulida Abdillah Alfaruqy ( 9 Bil )
“Terkadang aku merasa putus asa dengan hidup yang kujalani. Aku ingin segera berakhir hingga waktu tak membawaku pada titik ini, saat kebingungan menerpa diiringi duka” gumam seorang gadis remaja yang tengah duduk di bawah lebatnya pohon jambu.
“Aku boleh saja murka dengan keadaan. Tak ada sedikitpun celah untuk bernafas lega selama aku hidup 15 tahun lamanya. Tak ada senyum yang menyapaku di pintu kelas maupun gerbang istanaku sendiri. Hanya ada sunyi yang menyeruak” batin gadis tadi seraya melempar kerikil kecil yang ada di sebelahnya.
Kesunyian terkadang menimbulkan dendam. Ramai yang terkenang lambat laun menjelma menjadi iblis yang besemayam di kanan dan kiri bahu. Oleh karena itulah, kita bisa merasakan beban berat dalam kehidupan ini.
“Krisan, minggu depan aku akan pergi ke Paris! Kau minta oleh-oleh apa? Tulislah di sini!” kata seseorang dengan nafas yang terengah-engah.
‘A